SEMU
Indah begitu memesona
memanjakan mata dari tidur panjang
melunakan hati yang keras bagai baja
melemahkan raga yang garang
manis semanis madu dari reranting pohon
menyapa lembut laksana belaian sutra
tersenyum sepolos sinar rembulan
terucap dari lisan yang tampak pada ulama dan ustadza
namun tak seperti yang terbayang
di angan yang tertinggi tentang sebuah harapan
yang lahir dari mimpi-mimpi
semuanya semu, laksana pandangan mata yang tak sehat
laksana sorban menutupi kemunafikan jiwa
laksana hijab mengiasi nafsu para penikmat dunia
laksana sarung mengarungi para santri berwajah dua
begitu yang sesungguhnya insan yang bermalam saja
keesokan harinya tak ada lagi bulan bersama sepoi malam
hanya merindu kenikmatan semata dari batasan waktu
dan melepas lelah ketika pagi menyapa, lau pergi melanggar aturan
disitulah tampak dan menampakkan keaslian jiwa
yang berucap tak seharusnya diucapkan
yang mengeluh tak seharusnya dikeluhkan
yang tampak tak seharusnya ditampakkan
yang berpura-pura tak seharusnya bermain-main
sungguh nyata pandangan mata dan hati semakin semu
Malang, 30 September 2015
Syahrir Mustafa Sogesika - SMS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar